Minggu, 06 Maret 2016

Tugas 2 Cerpen


Sebuah Cerita

Fatamorgana cinta awalnya memang indah, tapi pada akhirnya semuanya itu seperti sebuah sandiwara cinta, aku tidak tahu kenapa betapa bodohnya aku karena sebuah cinta yang nyata-nyata aku tahu cinta itu hanya menyisakan puing-puing harapan dan air mata.
            Aku hanya bisa diam teringat luka masalalu yang menggores dengan tinta abadi yang membuatku tak pernah sadar dari luka lamaku, aku teringat dengan sebuah lagu sheila on7 “kau berikan aku bahagia, kau berikan aku derita”, sudah satu jam aku duduk di belakang rumahku mengenang masa laluku yang begitu indah yang pernah dia berikan kepadaku, aku tidak pernah tau betapa cepatnya dunia berubah. Dulu ketika awal aku bertemu dengannya aku terkesima dengan senyum manisnya dengan sikap lembutnya, aku langsung saja mencoba untuk berteman dengannya ternyata dia juga tidak sombong ketika ku ajak kenalan dia mau menjabat tanganku kami berbincang-bincang sedikit kemudian kami tukeran pin BBM.
            Pertemanan kami makin akrab setiap kali bertemu dia selalu tersenyum jujur saja aku sangat suka ketika dia tersenyum manja, tetapi aku tidak berani terlalu jauh karena aku tahu dia mempunyai seorang kekasih yang dia sangat sayangi, “betapa beruntungnya laki-laki itu” gerutuku, tapi aku tetap pada prinsip ku karena kami hanya teman.
            Hari makin hari dari yang jauh makin dekat dari biasa menjadi luar biasa memang benar kata orang-orang kalo namanya cinta itu tidak pandang bulu mau tua mau muda, mau teman mau sahabat bisa saja terkena virus itu, itulah yang terjadi padaku, aku selalu terpikirkan sampai-sampai terbawa dalam mimpi, tetapi aku berusaha keras agar tidak terjadi padaku, aku berusaha banting kiri banting kanan agar tidak terkena virus yang bernama cinta itu, tapi apalah dayaku dia sudah tergores, aku berusaha menahan dan menahan aku malu kalonya orang lain tau, dia itu sangat baik ketika ku bbm dia masalah tugas dia mau menjelaskan kepadaku, ketika aku kesepian dia mau menemani ku,,, wahhh terasa dunia itu benar-benar indah.
            Hari-hari kucoba kulalui seperti biasanya menganggap tidak terjadi apa-apa, Hadir kesekolah seperti biasa, tiba-tiba guru membagi kelompok dari kelompok 1-5, namaku dipanggil setelah namaku dipanggil nama dia dipanggil, senang sih satu kelompok tapi otakku berpendapat “apa kamu sanggup menahan perasaanmu itu, palingan pas dekat liat senyum dia ancur dah prinsip” iya sihh kataku tapi bagaimana lagi, kelompok sudah dibagi setiap kelompok mendapat satu ketua, ketua membagikan jadwal kerja kelompok kami mendapat hari sabtu sore bertempat dirumah ketua.
            Tiba hari sabtu kami mengerjakan tugas ini itu sudah disiapkan tiba-tiba hari hujan kami pun panik untuk meneduhkan motor kami, sreet seperti kilat si dia terpeleset mau jatuh kesungai kecil tepat di depanku entah bagaimana aku reflek menangkap tangan dia, dia tak jatuh kesungai. “Terimakasih ya sudah menolong aku” kata dia, kalonya aku malah detak jantung seperti genderang mau perang darah mengalir cepat, bahagia bercampur malu, sampai tanganku yang menangkap tangan dia kujaga agar tidak menyentuh apapun saking berkesannya, betapa senangnya dihati, betapa bahagianya dapat menyentuh tangan sesorang yang aku cintai tapi kebahagian itu berlangsung tidak lama, ketika mau pulang kerumah kan pada saat itu masih hujan, kenapa aku ini terlalu berharap pulang dengannya sedangkan dia pulang dengan temanku benar-benar terkecewakan, dalam perjalanan pulang aku tidak tenang “beginikah rasanya sakit cinta”, dendam menguasai diriku, tapi ketika sampai dirumah hari sudah malam dia sms aku
 “maaf tadi aku ikut dengan temanmu aku tidak tau kalo kamu mengharapkan aku ikut denganmu maaf ya? Aku hanya tidak mau kamu kelelahan”
 luluh lagi deh aku, kembali lagi seperti semula tidak ada lagi perasaan dendam dan marah.
            Pagi-pagi temanku langsung mendatangiku tak biasanya ini orang pagi-pagi datang
“ada info nih katanya si dia sudah putus dengan pacarnya” terkejut aku,, wahh kesempatan nih aku berkata dalam hati, tapi karena aku malu dengan temanku ku jawab aja “kenapa emang ada hubungannya dengan aku”
“wahh kamu ini boy, entar nyesal loh” balas temanku
Aku berpikir tembak tidak ya? Kalo di tembak takut dia tidak suka denganku takut dia Cuma anggap aku teman.
            Pagi-pagi aku turun kesekolah aku tau dia selalu awal di sekolah, ku lihat dia duduk didepan kelas aku pun duduk disana juga, entah kerasukan iblis macam apa aku tiba-tiba nembak dia, dia hanya diam beberapa menit kedepan, dia meninggalkan ku di depan kelas, sampai pulang sekolah tak ada jawaban, hari mulai sore tidak ada pembicaran di bbm di sms, ketika malam hari tingtong bunyi bbm masuk, “maaf aku lagi tidak ingin pacaran aku masih ingin sendiri” dengan berat hati aku menerima aku beranggapan mungkin dia lagi trauma sakit hati dengan mantan pacarnya itu. Meski aku ditolaknya aku tetap berharap bisa berteman seperti biasa bercanda tawa, dan aku masih bisa melihat senyum manja dia. Bertemanlah kami seperti biasanya layaknya orang pacaran namun tak pacaran, entah bagaimana aku juga tak mengerti kenapa kami begitu dekat meski sebagai teman, meski aku selalu berpendapat bahwa kami hanya teman tapi apa daya aku juga manusia yang juga punya perasaan tanpa kusadari cinta yang dulu ku hapus sekuat tenaga dan pikiranku itu kembali hadir dalam benak hidupku ini aku kembali menaruh rasa yang pernah hilang ini kepadanya.
            Tak selang beberapa minggu dengan keadaanku yang masih diburu yang nama cinta, aku mendapat kabar dari temanku, bahwa dia sudah punya pacar, entah bagaimana rasanya aku langsung drop, hancur semua harapanku, beberapa hari kemudian belum sempat aku bangkit dari terpuruknya aku, aku lagi-lagi mendapat info bahwa dia putus dengan pacarnya dan dia kembali pacaran lagi dengan orang lain, aku bertanya-tanya kenapa dia tak melihat kearahku, jelas-jelas aku menanti dia di sudut ruang ini, aku disini berharap dia  datang kepadaku, tak bisa kusadarkan diriku aku benar-benar kecewa hilang semua harapanku, aku berasa tak dihargai, dia mampu tertawa bahagia, sedangkan aku disini terus dan terus menantimu bersandarkan kegalauan yang ku derita, tetapi semuanya sudah tidak ada lagi, aku berusaha untuk menjauh aku berusaha untuk melupakan luka ku, ketika aku mampu jauh melangkah dia hadir lagi membawa semua kenangan, luka ku tak pernah sembuh aku kembali kepada posisi awalku, kembali menata puing-puing hatiku, dia kembali membawa senyumnya membawa harapan untukku, namun semua itu palsu, yaa jelas itu semua palsu,  kepalsuan yang membuat aku kembali terjatuh kedalam jurang nan gelap. Suatu malam ketika ku coba sms ataupun bbm dia, dia tak pernah membalasnya, dibalas jika hanya sebuah kepentingan belajar saja, dia sudah berubah tak ada lagi canda tawanya, senyumnya sudah hilang, tidak ada lagi ke asikan yang dulu kini hanya sisa ruang gelap untukku, dia sudah tak menghiraukan aku yang selalu mengharapkanya, kini hanya aku yang berusaha untuk berhenti berharap kepadanya.

Karya: Norhidayatullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar