Sebuah
Cerita
Fatamorgana cinta
awalnya memang indah, tapi pada akhirnya semuanya itu seperti sebuah sandiwara
cinta, aku tidak tahu kenapa betapa bodohnya aku karena sebuah cinta yang
nyata-nyata aku tahu cinta itu hanya menyisakan puing-puing harapan dan air
mata.
Aku hanya bisa diam teringat luka masalalu yang menggores
dengan tinta abadi yang membuatku tak pernah sadar dari luka lamaku, aku teringat
dengan sebuah lagu sheila on7 “kau berikan aku bahagia, kau berikan aku derita”,
sudah satu jam aku duduk di belakang rumahku mengenang masa laluku yang begitu
indah yang pernah dia berikan kepadaku, aku tidak pernah tau betapa cepatnya
dunia berubah. Dulu ketika awal aku bertemu dengannya aku terkesima dengan
senyum manisnya dengan sikap lembutnya, aku langsung saja mencoba untuk
berteman dengannya ternyata dia juga tidak sombong ketika ku ajak kenalan dia
mau menjabat tanganku kami berbincang-bincang sedikit kemudian kami tukeran pin
BBM.
Pertemanan kami makin akrab setiap kali bertemu dia
selalu tersenyum jujur saja aku sangat suka ketika dia tersenyum manja, tetapi
aku tidak berani terlalu jauh karena aku tahu dia mempunyai seorang kekasih
yang dia sangat sayangi, “betapa beruntungnya laki-laki itu” gerutuku, tapi aku
tetap pada prinsip ku karena kami hanya teman.
Hari makin hari dari yang jauh makin dekat dari biasa
menjadi luar biasa memang benar kata orang-orang kalo namanya cinta itu tidak
pandang bulu mau tua mau muda, mau teman mau sahabat bisa saja terkena virus
itu, itulah yang terjadi padaku, aku selalu terpikirkan sampai-sampai terbawa
dalam mimpi, tetapi aku berusaha keras agar tidak terjadi padaku, aku berusaha
banting kiri banting kanan agar tidak terkena virus yang bernama cinta itu,
tapi apalah dayaku dia sudah tergores, aku berusaha menahan dan menahan aku
malu kalonya orang lain tau, dia itu sangat baik ketika ku bbm dia masalah
tugas dia mau menjelaskan kepadaku, ketika aku kesepian dia mau menemani ku,,,
wahhh terasa dunia itu benar-benar indah.
Hari-hari kucoba kulalui seperti biasanya menganggap
tidak terjadi apa-apa, Hadir kesekolah seperti biasa, tiba-tiba guru membagi
kelompok dari kelompok 1-5, namaku dipanggil setelah namaku dipanggil nama dia
dipanggil, senang sih satu kelompok tapi otakku berpendapat “apa kamu sanggup
menahan perasaanmu itu, palingan pas dekat liat senyum dia ancur dah prinsip”
iya sihh kataku tapi bagaimana lagi, kelompok sudah dibagi setiap kelompok
mendapat satu ketua, ketua membagikan jadwal kerja kelompok kami mendapat hari
sabtu sore bertempat dirumah ketua.
Tiba hari sabtu kami mengerjakan tugas ini itu sudah
disiapkan tiba-tiba hari hujan kami pun panik untuk meneduhkan motor kami,
sreet seperti kilat si dia terpeleset mau jatuh kesungai kecil tepat di depanku
entah bagaimana aku reflek menangkap tangan dia, dia tak jatuh kesungai.
“Terimakasih ya sudah menolong aku” kata dia, kalonya aku malah detak jantung
seperti genderang mau perang darah mengalir cepat, bahagia bercampur malu,
sampai tanganku yang menangkap tangan dia kujaga agar tidak menyentuh apapun
saking berkesannya, betapa senangnya dihati, betapa bahagianya dapat menyentuh
tangan sesorang yang aku cintai tapi kebahagian itu berlangsung tidak lama,
ketika mau pulang kerumah kan pada saat itu masih hujan, kenapa aku ini terlalu
berharap pulang dengannya sedangkan dia pulang dengan temanku benar-benar
terkecewakan, dalam perjalanan pulang aku tidak tenang “beginikah rasanya sakit
cinta”, dendam menguasai diriku, tapi ketika sampai dirumah hari sudah malam
dia sms aku
“maaf tadi aku ikut dengan temanmu aku tidak
tau kalo kamu mengharapkan aku ikut denganmu maaf ya? Aku hanya tidak mau kamu
kelelahan”
luluh lagi deh aku, kembali lagi seperti
semula tidak ada lagi perasaan dendam dan marah.
Pagi-pagi temanku langsung mendatangiku tak biasanya ini
orang pagi-pagi datang
“ada info nih katanya
si dia sudah putus dengan pacarnya” terkejut aku,, wahh kesempatan nih aku
berkata dalam hati, tapi karena aku malu dengan temanku ku jawab aja “kenapa
emang ada hubungannya dengan aku”
“wahh kamu ini boy,
entar nyesal loh” balas temanku
Aku berpikir tembak
tidak ya? Kalo di tembak takut dia tidak suka denganku takut dia Cuma anggap
aku teman.
Pagi-pagi aku turun kesekolah aku tau dia selalu awal di
sekolah, ku lihat dia duduk didepan kelas aku pun duduk disana juga, entah
kerasukan iblis macam apa aku tiba-tiba nembak dia, dia hanya diam beberapa
menit kedepan, dia meninggalkan ku di depan kelas, sampai pulang sekolah tak
ada jawaban, hari mulai sore tidak ada pembicaran di bbm di sms, ketika malam
hari tingtong bunyi bbm masuk, “maaf aku lagi tidak ingin pacaran aku masih
ingin sendiri” dengan berat hati aku menerima aku beranggapan mungkin dia lagi
trauma sakit hati dengan mantan pacarnya itu. Meski aku ditolaknya aku tetap
berharap bisa berteman seperti biasa bercanda tawa, dan aku masih bisa melihat
senyum manja dia. Bertemanlah kami seperti biasanya layaknya orang pacaran
namun tak pacaran, entah bagaimana aku juga tak mengerti kenapa kami begitu
dekat meski sebagai teman, meski aku selalu berpendapat bahwa kami hanya teman
tapi apa daya aku juga manusia yang juga punya perasaan tanpa kusadari cinta
yang dulu ku hapus sekuat tenaga dan pikiranku itu kembali hadir dalam benak
hidupku ini aku kembali menaruh rasa yang pernah hilang ini kepadanya.
Tak selang beberapa minggu dengan keadaanku yang masih
diburu yang nama cinta, aku mendapat kabar dari temanku, bahwa dia sudah punya
pacar, entah bagaimana rasanya aku langsung drop, hancur semua harapanku,
beberapa hari kemudian belum sempat aku bangkit dari terpuruknya aku, aku
lagi-lagi mendapat info bahwa dia putus dengan pacarnya dan dia kembali pacaran
lagi dengan orang lain, aku bertanya-tanya kenapa dia tak melihat kearahku,
jelas-jelas aku menanti dia di sudut ruang ini, aku disini berharap dia datang kepadaku, tak bisa kusadarkan diriku
aku benar-benar kecewa hilang semua harapanku, aku berasa tak dihargai, dia
mampu tertawa bahagia, sedangkan aku disini terus dan terus menantimu
bersandarkan kegalauan yang ku derita, tetapi semuanya sudah tidak ada lagi,
aku berusaha untuk menjauh aku berusaha untuk melupakan luka ku, ketika aku
mampu jauh melangkah dia hadir lagi membawa semua kenangan, luka ku tak pernah
sembuh aku kembali kepada posisi awalku, kembali menata puing-puing hatiku, dia
kembali membawa senyumnya membawa harapan untukku, namun semua itu palsu, yaa
jelas itu semua palsu, kepalsuan yang
membuat aku kembali terjatuh kedalam jurang nan gelap. Suatu malam ketika ku
coba sms ataupun bbm dia, dia tak pernah membalasnya, dibalas jika hanya sebuah
kepentingan belajar saja, dia sudah berubah tak ada lagi canda tawanya,
senyumnya sudah hilang, tidak ada lagi ke asikan yang dulu kini hanya sisa
ruang gelap untukku, dia sudah tak menghiraukan aku yang selalu mengharapkanya,
kini hanya aku yang berusaha untuk berhenti berharap kepadanya.
Karya: Norhidayatullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar